ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN KONSTRUKSI DALAM PEKERJAAN PROYEK KANTOR KEMENTERIAN KOORDINATOR 2 IBU KOTA NUSANTARA

Authors

  • Muh Lukhfi M Program Sarjana Terapan Konstruksi Bangunan Gedung, Fakultas Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado
  • Pendekar Trio Lonan Program Sarjana Terapan Konstruksi Bangunan Gedung, Fakultas Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado
  • Mycle M. Wala Program Sarjana Terapan Konstruksi Bangunan Gedung, Fakultas Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v6i4.1405

Keywords:

penilaian resiko, construction safety analysis (CSA), identifikasi bahaya, pengendalian risiko, sistem manajemen keselamatan konstruksi (SMKK)

Abstract

Proyek konstruksi memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga memerlukan penerapan keselamatan konstruksi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Construction Safety Analysis (CSA) dalam mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, menentukan pengendalian risiko, serta menghitung kebutuhan biaya Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Kementerian Koordinator II Ibu Kota Nusantara. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi dokumen proyek. Analisis dilakukan menggunakan metode Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko (IBPRP) yang dipadukan dengan CSA, sedangkan perhitungan biaya SMKK mengacu pada Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan tie beam memiliki tingkat risiko tertinggi sebelum pengendalian. Penerapan rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) mampu menurunkan tingkat risiko. Total kebutuhan biaya penerapan SMKK pada proyek sebesar Rp1.135.221.955,00, sehingga CSA efektif mendukung peningkatan keselamatan konstruksi dan penyusunan biaya SMKK secara sistematis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Albert, A., Hallowell, M. R., Kleiner, B., Chen, A., & Golparvar-Fard, M. (2014). Enhancing construction hazard recognition with high-fidelity augmented virtuality. Journal of Construction Engineering and Management, 140(7), 04014024. https://doi.org/10.1061/(ASCE)CO.1943-7862.0000860

Awwad, R., El Souki, O., & Jabbour, M. (2016). Construction safety practices and challenges in a Middle Eastern developing country. Safety Science, 83, 1–11. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2015.10.016

Hairi, M. J. M., Handayani, E., & Dwiretnani, A. (2022). Evaluasi risiko sistem manajemen keselamatan konstruksi berdasarkan Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 pada pekerjaan konstruksi jalan. Jurnal Talenta Sipil, 5(2), 361–366.

International Organization for Standardization. (2018). ISO 45001:2018 Occupational health and safety management systems—Requirements with guidance for use.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2021). Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2023). Peraturan Menteri PUPR Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Lingard, H., Cooke, T., & Blismas, N. (2012). Do perceptions of supervisors' safety responses mediate the relationship between perceptions of the organizational safety climate and incident rates in the construction supply chain. Journal of Construction Engineering and Management, 138(2), 234–241.

Mulyadi, L., Iskandar, T., & Ardhana, I. (2011). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penerapan pedoman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada tenaga kerja konstruksi. Jurnal Teknik Sipil INFO MANPRO, 2(1).

Mulyani, S. (2016). Analisis penerapan K3 di industri konstruksi. Universitas Pasundan.

Pakereng, R., & Wijaya, H. S. (2019). Evaluasi penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerjaan gedung apartemen Begawan Malang. Prosiding SENTIKUIN, 2.

Sapitri, S., Dalilla, F., Agus, F., & Alfajri, M. (2023). Evaluasi implementasi sistem manajemen keselamatan konstruksi (SMKK) pada pelaksanaan proyek konstruksi di Pekanbaru. Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, 13(2). https://doi.org/10.29103/tj.v13i2.883

Standards Australia & Standards New Zealand. (2004). AS/NZS 4360:2004 Risk Management.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sutarto, A. (2008). Peranan sistem manajemen keselamatan kerja dalam peningkatan kinerja proyek konstruksi. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 10(2), 115–126.

Zhafira, E., & Rajiman. (2024). Analisis risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) pada proyek pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie Bandar Lampung. Nusantara Hasana Journal, 5(3). https://doi.org/10.59003/nhj.v5i3.1650

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN KONSTRUKSI DALAM PEKERJAAN PROYEK KANTOR KEMENTERIAN KOORDINATOR 2 IBU KOTA NUSANTARA (M. Lukhfi M, P. T. . Lonan, & M. M. . Wala , Trans.). (2026). Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(4), 2364-2375. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i4.1405