Inovasi "Rumah Made" untuk Mewujudkan Desa Wisata Berkelanjutan di Kabupaten Jombang

Authors

  • Anis Fitria Ilmu Komunikasi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Administrasi publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya image/svg+xml
  • Rianda Usmi Ilmu Komunikasi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Administrasi publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya image/svg+xml
  • Reyhan Anggoro Septiansyah Ilmu Komunikasi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Administrasi publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya image/svg+xml
  • Cahyo Bagus Alfian Ilmu Komunikasi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Administrasi publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v6i5.1523

Keywords:

Desa Wisata, Pemberdayaan Masyarakat, Pariwisata Berkelanjutan, Sendang Made, PPK ORMAWA

Abstract

Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang memiliki potensi wisata berupa tujuh sendang bersejarah, tradisi budaya dan kesenian tetapi belum dikelola secara optimal akibat rendahnya partisipasi masyarakat dan belum aktifnya kelembagaan Pokdarwis. Kondisi tersebut mendorong Tim PPK Ormawa BEM FISIPOL UNESA membentuk Rumah Made (Ruang Maju Bersama Made) sebagai wadah pemberdayaan dan kolaborasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan perencanaan partisipatif, inkubasi kapasitas, serta digitalisasi dan pendampingan. Kegiatan melibatkan Pokdarwis, Karang Taruna, pelaku UMKM, komunitas budaya, dan masyarakat Desa Made. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya Rumah Made sebagai wadah koordinasi masyarakat serta terlaksananya penguatan kapasitas melalui pelatihan manajerial dan pemasaran digital. Meskipun keterlibatan pemuda dan pengelolaan digital masih perlu diperkuat, Rumah Made menjadi langkah awal dalam membangun pengelolaan desa wisata yang partisipatif dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, J., Fedrina, R., & Agustin, R. (2022). Penguatan Kelembagaan Desa Wisata melalui Promosi Digital Marketing di Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Jurnal Abdimas Pariwisata, 3(1), 1-10. Tautan: https://doi.org/10.36276/jap.v3i1.222

Aini, A., Damayanti, S. P., & Siwantari, P. A. D. (2026). Peran pemuda dalam pengembangan Desa Wisata Sade, Desa Rembitan Kabupaten Lombok Tengah. Journal of Responsible Tourism, 5(3), 4070. https://doi.org/10.47492/jrt.v5i3.4070

Ajie, A. P., Wulandari, L. W., & Isdarmanto. (2024). Typological analysis of community participation for sustainable tourism in Sasak Ende Tourism Village. Journal of Enterprise and Development, 6(2), 355–365. doi: 10.20414/jed.v6i2.9904.

Alimi, R., & Darwis, R. S. (2023). Penerapan Community Based Tourism di Desa Wisata Mengarah pada Keberlanjutan Lingkungan. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 4(2), 436–443. Tautan: https://doi.org/10.33474/jp2m.v4i2.20377

Aprianto, D. R., & Wipranata, B. I. (2022). Studi Keberhasilan Pengelolaan Wisata Berbasis Community Based Tourism (CBT) (Studi Kasus: Desa Wisata Pandansari, Kecamatan Paguyangan). J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 5(2), 209–218. Tautan: https://doi.org/10.30734/j-abdipamas.v5i2.2741

Baum, F., MacDougall, C., & Smith, D. (2006). Participatory action research. Journal of Epidemiology and Community Health, 60(10), 854–857. doi: 10.1136/jech.2004.028662.

Indrianti, D. T., Ariefianto, L., & Halimi, D. (2019). Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata organik di Kabupaten Bondowoso. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment, 3(1), 13–18. doi: 10.15294/jnece.v3i1.31001.

Okazaki, E. (2008). A community-based tourism model: Its conception and use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511–529. doi: 10.1080/09669580802159594.

Priatmoko, S., Kabil, M., Purwoko, Y., & Dávid, L. D. (2021). Rethinking sustainable community-based tourism: A villager’s point of view and case study in Pampang Village, Indonesia. Sustainability, 13(6), 3245. doi: 10.3390/su13063245.

Rasyid, M. F., & Adnan, M. (2025). Pemuda dan tata kelola desa wisata Pandansari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Journal of Politic and Government Studies, 14(3), 722–736. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/article/view/52542

Santika, M., Fadilah, M., Damayanti, S., & Farhan, M. (2025). Peran pemuda lokal dalam pengembangan ekonomi desa wisata: Desa Wisata Puspamukti. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(4), 6711–6720. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i4.9701

Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249. doi: 10.1016/S0261-5177(98)00069-7.

Tosun, C. (2000). Limits to community participation in the tourism development process in developing countries. Tourism Management, 21(6), 613–633. doi: 10.1016/S0261-5177(00)00009-1.

Vanni, A. (2023). Urgensi Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Potensi Wisata Di Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(20), 707-715. Tautan: https://doi.org/10.5281/zenodo.8436402

Wahyuni, D., & Susilowati, L. (2020). Dampak Pengembangan Desa Wisata Terhadap Perekonomian (Studi Kasus: Desa Wonomerto, Kabupaten Jombang). JMD: Jurnal Manajemen dan Bisnis Dewantara, 3(1), 1-12. Tautan: https://doi.org/10.26533/jmd.v3i1.525

Zaki, A., Hidayati, A., Syah, D. K. A., Amalia, R. N., dkk. (2024). Strategi Digital Marketing Desa Wisata (Studi Kasus: Desa Wisata Nglanggeran). Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Bisnis Digital, Ekonomi Kreatif, dan Entrepreneur (JEBDEKER), 4(2), 250-260. Tautan: https://doi.org/10.33474/jebdeker.v4i2.254

Downloads

Published

2026-09-05

How to Cite

Fitria, A., Usmi, R., Septiansyah, R. A., & Alfian, C. B. (2026). Inovasi "Rumah Made" untuk Mewujudkan Desa Wisata Berkelanjutan di Kabupaten Jombang. Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(5), 2649-2656. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i5.1523